Selasa, 10 Maret 2009
Valentine Day's
Assalamualaikum sobat………..
Tanpa terasa, ternyata dah tahun 2009, bahkan sekaran sudah bula februari. DiBulan ini banyak media massa, pusat pusat perbelanjaan, puasat pusat hiburan sibuk berlombalomba mencari perhatian remaja dengan menggelar acara acara pesta yang menghabiskan waktu hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada Valentine’s day atau hari kasih saying, biasanya pada tanggal 14 Februari mereka saling bertukar kado, memberi bunga, bertukar pasangan, surhat dan saling menyatakan saying atau cinta, serta yang sangat disayangkan adalah mereka menuntut kasih sayang itu dengan perbuatan yang dilarang agama, hal ini bisa berupa selingkuhan atau berzina.
Sungguh sangat disayangkan, banyak saudara – saudara kita muslim dan muslimah yang ikut ikutan budaya barat / budaya ritual agama lain akibat pengaruh televise dan media massa lainnya.
Sejarah valentine
Ensiklopedia katolik menyebutkan tiga versi tentang valetine :
Versi I : kisah pendeta St. Valentine yang hidup akhir abad 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II, pada tanggal 14 Februari 273 M, Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Diantaranya Claudius II melihat St Valentine mengajak manusia kepada agama nasrani lalu dia memerintahkan menangkapnya.
Versi II : Claudius II memandang bujangan lebih tabah dalam berperang dari pada mereka yang sudah menikah yang sejak semula menolak untuk diajak berperang, tapi St. Valentinemelanggar aturan itu dengan mengadakan pernikahan secara sembunyi sampai diketahui dan akhirnya dipenjarakan, di penjara ia berkenalan dengan putri penjaga penjara yang terserang penyakit, Valentine mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum mati ia mengirim sebuah kartu “ dari tulus cintanya, Valentine “.
Versi III : ketika agama nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa yang kental tradisi romawinya, terdapat sebuah tradisi, dalam tradisi tersebut para pemuda desa berkumpul dan mereka menulis nama nama gadis gadis didalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut,nama yang keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Dan yang mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “ dengan nama pendeta Valentine “ sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama nasrani.
Dalam vesi lain disebukan bahwa pada awalnya orang orang romawi merayakan hari besar mereka pada tanggal 15 Februari yang diberi nama Lupercia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno ( tuhan wanita dan perkawinan ) dan Pan ( tuhan dari ala ini ) seperti yang mereka percayai. Dalam acara itu laki laki dan wanita berkumpul, lalu saling memilih pasangan nya lewat kado yang dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnya, lalu berhura hura sampai pagi. Seiring berjalnnya waktu agama Nasrani sudah menyebar di Romawi, dan memindahkan upacara itu menjadi tanggal 14 Februari, tapi tujunnya bukan lagi menyembah berhala tapi menghormati sorang pendeta St. Valentine yang tewas dihukum mati. Maha tinggi Allah dari apa yang dikatakan orang orang yang zalim itu. Bahkan saat ini beredar kartu – kartu peryaan keagamaan ini dengan gambaranak kecil dengan dua sayapterbang mengitari hati sambil mengarahkan anak panah kearah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang orang romawi.
Hukum merayakan valentine
Keinginan untuk ikut ikutan, memangada dalam diri manusia, tapi hal tersebut sangat tercela dalam islam apabila orang yang ikuti berbeda dengan kita dari sisi ideologi. Padahal rosul telah melarang untuk menikuti perkara aqidah, ibadah,syiar dan kebiasaan atau tata cara peribadatan lain selain islam, sesuai dengan hadist nabi : ” barang siapa meniru suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut”( HR. At- Tarmidzi ).
Bila merayakannya dengan maksud untuk mengenang kembali valentine, maka tidak diasingkan lagi lagi bahwa ia telah kafir, sekali lagi, ia telah kafir. Adapun bila ia tidk bermaksud demikian maka ia telah melakukan kemungkaran yang besar. Ibnu Qoyyim berkata ” memberi ucapan selamat atas acara orang kafir yang khususus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Banyak orang yang kurang mengerti agama yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.
Selain dari itu, menekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 51
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Dalam surat Al Baqoroh ayat 145
وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya : Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang lalim.
Diantara dampak buruk menyerupai mereka adalah :
Ikut mempopulerkan ritual – ritual mereka sehingga terhapuslah tuntunan Allah dan rosulnya
Dengan mengikuti mereka berarti juga memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti mereka.
Sobat, ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakianan mereka, hanya saja hari Valentine itu secara khusus memberikan makna cinta dan suka nya pada orang – orang terdekatnya. Ini adalah suatu kelalaian, suatu hal yang melenakan. Sobat... jika kita ingin menunjukkan kasih sayang pada orang – orang terdekat kita, itu tidak mesti pada hari Valentine saja.
Yang perlu kita sadari bahwa apa yang kita lakukan dengan mewujudkan kasih sayang kepada lawan jenis yang belum sah dalam mahligai pernikahan adalah suatu hal yang melalaikan dan melenakan.
Syaikh Al – Utsimin menjelaskan bahwa merayakan hari Valentine itu tidak ada dasar hukumnya dalam syariat islam, selain itu juga menenyebabkan hati sibuk dengan hal hal yang bertentangan dengan agamanya.
Disisi lain, Valentine Day adalah produk peradaban barat yag sekuler, yang memisahkan antara agama dan kehidupan.
Semoga Allah melindungi kita dari bahaya terkikisnya iman dan semoga menjadikan kita orang – orang yang gigig di jalanNya.amin
creted by Siska reviana
Senin, 09 Februari 2009
endi putra roza ternyata juga punya kenangan

foto ini merupakan salah satu dari beberapa kenangan yang memiliki makna yang sangat dalam. tidak hanya sekedar foto, tapi mempunyai suatu kekuatan emosinal spritual.
Minggu, 11 Januari 2009
lai maraso kawan kawan kini, kito umat islam lah dijajah dek yahudi laknatullah.yo sadiah, prihatin wak dek nyo yo.tapi basyukur juo lah awak, sebab kalau seandainya kita ditakdirkan oleh Allah dulu lahir di palestina,lalu apakah yang akan terjadi dengan diri kita. walauhu'alam.
untuk itu marilah kito basamo mandoan yo agar palestina bebas dari belenggu tangan tangan yahudi laknatullah.
salam dari endi putra roza
Kamis, 18 Desember 2008
shalat yukkk
Perkataan yang indah itu adalah “Allah”, lagu yang merdu itu adalah “adzan”, media yang baik adalah “alquran”, senam yang sehat adalah “shalat”, diet yang sempurna adalah “puasa”, perjalanan yang menyenangkan adalah “haji”, hayalan yang baik adalah mengingat “dosa dan thoubat”
@@@@@@@@@@endi pytra roza@@@@@@@@@@@@@
Rabu, 17 Desember 2008

JAGALAH HATI!
Oleh : Al-Ustadz Siril Firdaus, M.Ag Telp. (0751) 442387 HP. 081363400735
Dalil :
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [الحديد/16]
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Hadid/57 : 16)
- Indikasi adanya hati yang sehat:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89) (الشعراء(
(88) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (89) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. Al-Syu’ara’/26)
- Indikasi adanya hati yang sakit:
ِفي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (10) (البقرة(
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah/2 : 10)
- Rasulullah SAW bersabda mengenai hati:
إن في الجسد مضغة فإن صلحت صلح الجسد كله و إن فسدت فسد الجسد كله و قالوا ما هي يا رسول الله قال و هي القلب (رواه البخاري و مسلم)
Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging, maka kalau ia sehat, jadi sehat pula seluruh tubuh, dan sebaliknya jika ia sakit, jadi sakit pula seluruh tubuh itu, mereka (para shahabat) bertanya, apa dia ya Rasulullah? Beliau menjawab, dia adalah hati.
- Kesehatan hati mempengaruhi juga kesehatan tubuh:
Bahwa kesehatan hati juga ikut mempengaruhi kesehatan tubuh dapat ditimba dari kehidupan Rasulullah, di mana 63 tahun umur beliau, hanya pernah dua kali sakit; pertama sepulang berdakwah dari Thaif, beliau dilempari oleh para pemuda dengan batu, bengkak dan luka tubuh beliau, kemudian jatuh sakit, kedua sewaktu sakarat. Kenapa Rasulullah sejarang itu sakit dan luar biasa sehat? Jawabnya, tidak lain adalah karena beliau orang yang hatinya paling sehat.
Sayyid Abdul Aziz al-Diraini dalam kitabnya, Thaharah al-Qulub wa al-Khudhu’ li al-‘Allam al-Ghuyub, mengatakan, “Hati manusia itu diserupakan dengan bejana :
- Hati orang kafir bagaikan gelas terbalik, padanya tidak bisa masuk sedikitpun kebaikan
- Hati orang munafiq bagaikan gelas pecah, jika disampaikan kebaikan dari bagian atas, maka akan keluar dari bagian bawah,
- Hati orang beriman bagaikan gelas yang baik lagi tegak, ia dapat menerima kebaikan.
Hati orang berimanpun dapat pula dibagi menjadi:
- Hati yang bersih dari kelalaian dan ketergelinciran pada dosa,
- Hati yang dihinggapi kotoran, tapi tidak begitu banyak, masih bisa dibersihkan dengan kebaikan yang disampaikan kepadanya,
- Hati yang sudah banyak dihinggapi kotoran, sehingga mengalahkan kebaikan yang disampaikan kepadanya.
Imam al-Ghazali mengklasifikasi hati orang beriman kepada 4 kategori, yaitu:
1. Orang yang hatinya selalu ingat Allah, ia mengambil dunia sekedar kebutuhan mendesak, kalau lebih dibagikannya kepada orang-orang fakir-miskin,
2. Orang yang hatinya punya perhatian kepada urusan dunia dan agama, tapi ia lebih sibuk kepada urusan agama,
3. Orang yang hatinya punya perhatian kepada urusan dunia dan agama, tapi ia lebih sibuk kepada urusan dunia,
4. Orang yang hatinya tenggelam dengan kesenangan dunia, sehingga tiada ruang untuk mengingat Allah kecuali hanya celotehan dari mulut saja.
Imam al-Ghazali juga menunjukkan tempat hati orang beriman, yaitu dapat ditemukan pada 3 tempat :(Buku : Kunci Sukses Beribadah : Amr Khalid h. 101)
- Sewaktu membaca al-Qur’an
- Sewaktu mendirikan shalat
- Sewaktu mengingat kematian.
Kalau tidak ditemukan pada tempat-tempat tersebut, maka kata beliau, mohonlah kepada Allah agar Ia memberi hati, sebab orang itu tidak punya hati.
Ali bin Abi Thalib menggambarkan bahwa hati manusia itu melewati 6 keadaan, yaitu; hidup, mati, sehat, sakit, bangun, dan tidur, dengan ketentuan:
1. Hidupnya hati dengan bertambah ilmu,
2. Matinya hati akibat tidak berilmu,
Kata Ibnu ’Athaillah, indikasi matinya hati ialah tidak sedih ketika terlewat ketaatan dan tidak menyesal ketika tergelincir pada perbuatan dosa.
3. Sehatnya hati karena keyakinan,
4. Sakitnya hati karena keragu-raguan,
5. Bangunnya hati dengan dzikir,
6. Tidurnya hati dengan kelalaian.
Kondisi-kondisi hati yang positif:
1. Rasa persaudaraan bukan karena kepentingan duniawi, tapi karena kesamaan aqidah
2. Merasa tenteram bersama keputusan Allah sekalipun pahit,
3. Menganggap segala ujian dari Allah sebagai pembersih dosa,
4. Hati gemetar saat teringat Allah karena rindu kepada-Nya,
5. Rela melakukan apapun untuk mempertahankan aqidah,
6. Tidak pemarah,
7. Berhati lembut, halus, dan lunak,
8. Penuh rasa optimis,
9. Sayang kepada semua makhluq,
10. Mengendalikan keinginan dari melakukan yang dimurkai Allah.
Kondisi-kondisi hati yang negatif:
1. Perhatiannya bertumpu kepada kehidupan dunia dan kemewahannya,
2. Enggan menerima dakwah dan menerima kebenaran,
3. Tiada belas kasihan dan rasa cinta kepada orang,
4. Bermuka masam dan berkata jelek,
5. Lain di kata, lain di hati,
6. Sering muncul kesombongan karena kelebihan harta, keluarga, dan rupa,
7. Suka berprasangka buruk atau bernegatif thingking,
8. Pendendam,
9. Iri dan dengki,
10. Mengkambinghitamkan sesuatu jika ditimpa musibah.
Terapi bagi penyakit hati:
1. Bertaubat, al-Tahrim/66 : 8
2. Dzikir, Al-Ra’d/13 : 28
3. Membaca al-Qur’an, Yunus/10 : 57
4. Memakmurkan masjid, Al-Taubah/9 : 18
5. Bergaul dengan orang-orang shaleh. Al-Kahfi/18 : 28
Ayat-ayat Ceramah “Bagaimana Mempertahankan atau Mendapatkan Hati yang Sehat”
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) [الهمزة/1]
[104.1] Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159) [آل عمران/159]
[3.159] Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ [يونس/57]
[10.57] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30) [الفجر/27-30]
[89.27] Hai jiwa yang tenang.
[89.28] Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
[89.29] Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,
[89.30] dan masuklah ke dalam surga-Ku.
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ [الحج/46]
[22.46] maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا [الكهف/28]
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/18 : 28)
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ [الأعراف/179]
[7.179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا [طه/124، 125]
[20.124] Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
[20.125] Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ [الرعد/28]
13.28] (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

Yang paling Berat adalah Menunaikan Amanah
Yang paling Ringan adalah Meninggalkan Shalat
Yang paling Mudah adalah Menyalahkan Orang lain
Yang paling Sulit adalah Mengoreksi Diri Sendiri
Yang paling Jauh adalah Masa Lalu
Yang paling Dekat adalah Ajal
“Tak ada rahasia untuk menggapai Sukses”
Sukses itu dapat terjadi karena persiapan,
kerja keras dan mau belajar dari kesalahan
endi eeeeeeeee
